Jual Diri Anda dengan Jujur
Beberapa waktu yang lalu saya mendirikan sebuah perusahaan konsultasi manajemen yang kecil. Tapi akhirnya tutup setelah beberapa bulan berjalan karena kami tidak dapat menghasilkan uang darinya. Kemudian saya mulai mengirimkan CV saya ke berbagai perusahaan untuk sebuah posisi yang eksekutif. Tapi ternyata tanggapannya tidak memuaskan.
Menurut Anda apakah yang bermasalah CV saya atau saya sendiri yang saat wawancara pekerjaan tidak tampil mengesankan. Pendek kata, bagaimana saya 'menjual' diri saya sendiri kepada perusahaan-perusahaan?
(Identitas dirahasiakan berdasarkan permintaan, Johannesburg, Afrika Selatan)
-----------------------------------------------
Konsultan biasanya sangat mudah mendapat pekerjaan baru. Ini karena mereka umumnya berpendidikan, berpengalaman dalam memecahkan masalah di saat-saat yang kritis, dapat memaksimalkan pengalamannya yang luas di bidang industri dan pada saat yang bersamaan sangat akrab dengan berbagai perangkat manajemen. Kenyataan bahwa sampai saat ini Anda belum dipinang oleh salah satu perusahaan memang menunjukkan ada yang tidak beres. Bukan hanya pada CV anda atau saat anda diwawancarai. Tapi juga ada yang salah dengan ekspektasi anda pada posisi yang anda inginkan.
Mungkin jabatan yang Anda inginkan terlalu tinggi untuk kapasitas Anda. Paling tidak ini tercermin dari CV Anda. Di mana bekas perusahaan konsultan yang anda jalankan ternyata bermasalah. Perusahaan yang mencari pegawai umumnya enggan meminang karyawan yang memiliki latar belakang gagal di perusahaan sebelumnya. Mereka selalu mencari pemenang. Jadi apa yang dapat Anda lakukan supaya cepat dipinang? Saran kami adalah carilah posisi pekerjaan yang lebih rendah dari posisi yang saat ini anda incar. Posisi yang lebih rendah memang tidak akan membuat Anda memegang tanggung jawab perusahaan lebih tinggi. Ego Anda juga mungkin tidak menerimanya. Tapi jika anda bekerja baik, karir anda dapat melesat cepat ke posisi yang lebih tinggi.
Saran kedua, 'jual' diri Anda dengan jujur sekaligus menarik. Di dalam CV maupun wawancara jangan menutup-tutupi fakta bahwa perusahaan Anda gagal. Jangan mengalihkan alasan bahwa perusahaan Anda gagal karena tidak mampu menghasilkan uang. Karena saat itu, andalah bos di perusahaan konsultan anda. Ini menunjukkan anda tidak dapat mengarahkan perusahaan anda untuk meraup untung. Tidak dapat menggaet klien atau melayani mereka dengan baik. Sehingga perusahaan anda gulung tikar.
Katakan dengan jujur apa kesalahan Anda saat itu. Lalu katakan Anda belajar dari kesalahan itu. Tidak lagi mengulangi kebijakan yang salah. Jelaskan apa yang anda dapat dari pengalaman anda saat itu, bagaimana pengalaman itu akan membentuk anda menjadi karyawan yang lebih baik, dan seterusnya. CV anda memang mengatakan banyak tentang Anda. Tapi kejujuran dan sikap asli Anda -- dalam hal ini keinginan anda untuk memulai segalanya kembali dengan benar dan lebih baik -- akan membuat perusahaan yang ingin meminang Anda tertarik. Ini lebih dari CV manapun juga.
Terakhir, tetap berpikiran positif. Karena proses mencari kerja setelah sebelumnya gagal memang akan memakan waktu lebih lama. Frustasi atau marah tidak akan membantu anda sama sekali. Jadi lakukan apa yang anda perlukan untuk membangkitkan percaya diri anda. Sehingga anda dapat mendorong karir anda dengan pekerjaan yang dapat memperlihatkan potensi sesungguhnya yang anda miliki.
Jangan Tutup Pilihan Outsourcing
Perusahaan otomotif kami memiliki pegawai sekitar dua ribu orang dan memiliki latar belakang yang kuat dari sisi teknis dan manufaktur industri. Tapi perusahaan kami tidak begitu baik dari sisi marketing. Masalahnya, baru-baru ini kami meluncurkan produk yang dari sisi teknis sempurna. Tapi konsumen tidak meliriknya. Konsumen memilih produk saingan kami. Tentu saja untuk tetap kompetitif kami harus menurunkan harga tapi kami tidak tahu bagaimana. Biaya produksi kami telah diatur sedemikian rupa sehingga melakukan outsourcing dari Cina, India atau Eropa Timur bisa dihindari. Selain itu, kami juga telah memiliki teknologi manufaktur yang modern dengan biaya depresiasi mesin kami yang masih rendah.
Apa saran anda
--Miroslav Miklin, Praha, Republik Ceko
Perusahaan Anda tampaknya telah mengidap penyakit yang lazim hinggap di perusahaan dengan karyawan sebesar dua ribu orang, yaitu sindrom Bukan inovasi dari internal perusahaan (BIP). Di mana manajer merasa nyaman dengan perusahaan yang berjalan dengan baik. Saat perusahaan berada di puncak kinerjanya. Sehingga mereka enggan mencari ide, menggunakan ide dari eksternal perusahaan yang bisa memaksimalkan potensi usaha.
Manajer yang terkena sindrom ini merasa perusahaan telah melakukan segalanya dan sukses. ''Ini yang biasa kami lakukan di perusahaan kami,'' kata mereka. Dan ketika seseorang menyarankan praktik baru yang lain dari kebiasaan, mereka biasa menjawab, ''Kami telah mencoba hal itu sebelumnya,''.
Sindrom BIP ditambah dengan level birokrasi yang rumit dan menghindari risiko justru menghambat perusahaan. Ia 'mengeringkan' darah kompetitif perusahaan. Kalau begitu apa obatnya? Anda mengindikasikan biaya produksi Anda tidak ada masalah. Sehingga mereka tidak perlu turun lebih rendah lagi. Apalagi dengan melakukan outsourcing. Perusahaan Anda juga percaya telah memiliki teknologi yang paling sesuai ketimbang mencari alternatif ke luar.
Bisa jadi penyebab dari sindrom yang tengah menghinggapi perusahaan Anda adalah terlalu fokus ke internal. Tidak melihat ke luar. Di mana kompetitor Anda telah memiliki ide yang lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat disebarkan ke pasar. Solusinya sebenarnya ada di depan mata perusahaan, yaitu mengapa perusahaan anda tidak mencoba lebih maksimal dari yang saat ini perusahaan telah coba lebih?
Inovasi. Itulah jawabannya. Perusahaan Anda saat ini memang telah memiliki sistem yang baik, produk yang bagus, atau jasa yang menciptakan nilai tersendiri bagi konsumen Anda. Mungkin cara yang berbeda seperti cara menjual yang beda, cara berkomunikasi yang beda dengan konsumen anda adalah jalan keluarnya. Mungkin teknoligi baru dapat membuat perusahaan lebih maksimal. Di mana perusahaan dapat berkembang lewat lisensi atau merger dan akusisi dengan perusahaan lain. Dengan pikiran yang terbuka, perusahaan seharusnya dapat melihat berbagai kemungkinan yang ada di luar.
Selain itu, jangan tutup pilihan outsourcing. Walaupun perusahaan anda telah memiliki mesin yang bagus dan depresiasi mesin yang rendah. Pasti ada perusahaan di luar negara Anda yang dapat membuat komponen atau menghasilkan barang jadi dengan biaya lebih murah. Keuntungan Anda sebenarnya saat ini perusahaan yang tidak memiliki pegawai yang banyak. Dengan karyawan sekitar dua ribu orang, perusahaan Anda semestinya harus lebih cepat berkembang dan mengadopsi teknologi baru. Atau membeli perusahaan baru yang dapat menghasilkan nilai tambah perusahaan Anda. Atau mengubah manajemen perusahaan dengan memasukkan darah baru yang dapat mendobrak paradigma lama.***
---------------------------------------------
source: artikel Republika
==============================================
Career Change - Why Culinary?
Most culinary colleges and cooking schools nationwide report that an increasing number of students are older adults with prior careers. Whether fulfilling lifelong dreams or trying something different, the old students are attracted to the wide variety of jobs in food service and to the possibility of success in an industry the National Restaurant Association projects will need an additional 1.8 million workers in the next 10 years.
A recent survey concludes that fifteen percent of this year's freshman class at The Culinary Institute of America in Hyde Park, N.Y., are career changers or are those who previously studied subjects other than hospitality. There is a strong response to recruitment efforts with students from other careers. There are many who want admission to improve their skills and increase their likelihood of achieving the goals they set for themselves.
To appeal to older career changers, schools are offering shortened programs, smaller classes, fast-track application processes and internships in restaurant and food operations. Along with two-year associate's and four-year bachelor's degrees, the culinary-arts school of the art Institute in Denver offers a one-year cooking program for older students who already have degrees in other disciplines or who want to enter the industry quickly.
Whats most discouraging is that career changers may be naive about what it takes to become a professional chef, and therefore most do not fare well in their courses.
Most people get into culinary because of the glamor. You have to be organized, think on your feet and have a certain temperament for it. There is stress, heat, hot oils, boiling water, sharp knives. You have to be organized and focused and have a real passion for it. Cooking in a restaurant is very different from cooking at home.***
---------------------------------------------------------------
by Dilip Shaw
Beberapa waktu yang lalu saya mendirikan sebuah perusahaan konsultasi manajemen yang kecil. Tapi akhirnya tutup setelah beberapa bulan berjalan karena kami tidak dapat menghasilkan uang darinya. Kemudian saya mulai mengirimkan CV saya ke berbagai perusahaan untuk sebuah posisi yang eksekutif. Tapi ternyata tanggapannya tidak memuaskan.
Menurut Anda apakah yang bermasalah CV saya atau saya sendiri yang saat wawancara pekerjaan tidak tampil mengesankan. Pendek kata, bagaimana saya 'menjual' diri saya sendiri kepada perusahaan-perusahaan?
(Identitas dirahasiakan berdasarkan permintaan, Johannesburg, Afrika Selatan)
-----------------------------------------------
Konsultan biasanya sangat mudah mendapat pekerjaan baru. Ini karena mereka umumnya berpendidikan, berpengalaman dalam memecahkan masalah di saat-saat yang kritis, dapat memaksimalkan pengalamannya yang luas di bidang industri dan pada saat yang bersamaan sangat akrab dengan berbagai perangkat manajemen. Kenyataan bahwa sampai saat ini Anda belum dipinang oleh salah satu perusahaan memang menunjukkan ada yang tidak beres. Bukan hanya pada CV anda atau saat anda diwawancarai. Tapi juga ada yang salah dengan ekspektasi anda pada posisi yang anda inginkan.
Mungkin jabatan yang Anda inginkan terlalu tinggi untuk kapasitas Anda. Paling tidak ini tercermin dari CV Anda. Di mana bekas perusahaan konsultan yang anda jalankan ternyata bermasalah. Perusahaan yang mencari pegawai umumnya enggan meminang karyawan yang memiliki latar belakang gagal di perusahaan sebelumnya. Mereka selalu mencari pemenang. Jadi apa yang dapat Anda lakukan supaya cepat dipinang? Saran kami adalah carilah posisi pekerjaan yang lebih rendah dari posisi yang saat ini anda incar. Posisi yang lebih rendah memang tidak akan membuat Anda memegang tanggung jawab perusahaan lebih tinggi. Ego Anda juga mungkin tidak menerimanya. Tapi jika anda bekerja baik, karir anda dapat melesat cepat ke posisi yang lebih tinggi.
Saran kedua, 'jual' diri Anda dengan jujur sekaligus menarik. Di dalam CV maupun wawancara jangan menutup-tutupi fakta bahwa perusahaan Anda gagal. Jangan mengalihkan alasan bahwa perusahaan Anda gagal karena tidak mampu menghasilkan uang. Karena saat itu, andalah bos di perusahaan konsultan anda. Ini menunjukkan anda tidak dapat mengarahkan perusahaan anda untuk meraup untung. Tidak dapat menggaet klien atau melayani mereka dengan baik. Sehingga perusahaan anda gulung tikar.
Katakan dengan jujur apa kesalahan Anda saat itu. Lalu katakan Anda belajar dari kesalahan itu. Tidak lagi mengulangi kebijakan yang salah. Jelaskan apa yang anda dapat dari pengalaman anda saat itu, bagaimana pengalaman itu akan membentuk anda menjadi karyawan yang lebih baik, dan seterusnya. CV anda memang mengatakan banyak tentang Anda. Tapi kejujuran dan sikap asli Anda -- dalam hal ini keinginan anda untuk memulai segalanya kembali dengan benar dan lebih baik -- akan membuat perusahaan yang ingin meminang Anda tertarik. Ini lebih dari CV manapun juga.
Terakhir, tetap berpikiran positif. Karena proses mencari kerja setelah sebelumnya gagal memang akan memakan waktu lebih lama. Frustasi atau marah tidak akan membantu anda sama sekali. Jadi lakukan apa yang anda perlukan untuk membangkitkan percaya diri anda. Sehingga anda dapat mendorong karir anda dengan pekerjaan yang dapat memperlihatkan potensi sesungguhnya yang anda miliki.
Jangan Tutup Pilihan Outsourcing
Perusahaan otomotif kami memiliki pegawai sekitar dua ribu orang dan memiliki latar belakang yang kuat dari sisi teknis dan manufaktur industri. Tapi perusahaan kami tidak begitu baik dari sisi marketing. Masalahnya, baru-baru ini kami meluncurkan produk yang dari sisi teknis sempurna. Tapi konsumen tidak meliriknya. Konsumen memilih produk saingan kami. Tentu saja untuk tetap kompetitif kami harus menurunkan harga tapi kami tidak tahu bagaimana. Biaya produksi kami telah diatur sedemikian rupa sehingga melakukan outsourcing dari Cina, India atau Eropa Timur bisa dihindari. Selain itu, kami juga telah memiliki teknologi manufaktur yang modern dengan biaya depresiasi mesin kami yang masih rendah.
Apa saran anda
--Miroslav Miklin, Praha, Republik Ceko
Perusahaan Anda tampaknya telah mengidap penyakit yang lazim hinggap di perusahaan dengan karyawan sebesar dua ribu orang, yaitu sindrom Bukan inovasi dari internal perusahaan (BIP). Di mana manajer merasa nyaman dengan perusahaan yang berjalan dengan baik. Saat perusahaan berada di puncak kinerjanya. Sehingga mereka enggan mencari ide, menggunakan ide dari eksternal perusahaan yang bisa memaksimalkan potensi usaha.
Manajer yang terkena sindrom ini merasa perusahaan telah melakukan segalanya dan sukses. ''Ini yang biasa kami lakukan di perusahaan kami,'' kata mereka. Dan ketika seseorang menyarankan praktik baru yang lain dari kebiasaan, mereka biasa menjawab, ''Kami telah mencoba hal itu sebelumnya,''.
Sindrom BIP ditambah dengan level birokrasi yang rumit dan menghindari risiko justru menghambat perusahaan. Ia 'mengeringkan' darah kompetitif perusahaan. Kalau begitu apa obatnya? Anda mengindikasikan biaya produksi Anda tidak ada masalah. Sehingga mereka tidak perlu turun lebih rendah lagi. Apalagi dengan melakukan outsourcing. Perusahaan Anda juga percaya telah memiliki teknologi yang paling sesuai ketimbang mencari alternatif ke luar.
Bisa jadi penyebab dari sindrom yang tengah menghinggapi perusahaan Anda adalah terlalu fokus ke internal. Tidak melihat ke luar. Di mana kompetitor Anda telah memiliki ide yang lebih baik, lebih murah, dan lebih cepat disebarkan ke pasar. Solusinya sebenarnya ada di depan mata perusahaan, yaitu mengapa perusahaan anda tidak mencoba lebih maksimal dari yang saat ini perusahaan telah coba lebih?
Inovasi. Itulah jawabannya. Perusahaan Anda saat ini memang telah memiliki sistem yang baik, produk yang bagus, atau jasa yang menciptakan nilai tersendiri bagi konsumen Anda. Mungkin cara yang berbeda seperti cara menjual yang beda, cara berkomunikasi yang beda dengan konsumen anda adalah jalan keluarnya. Mungkin teknoligi baru dapat membuat perusahaan lebih maksimal. Di mana perusahaan dapat berkembang lewat lisensi atau merger dan akusisi dengan perusahaan lain. Dengan pikiran yang terbuka, perusahaan seharusnya dapat melihat berbagai kemungkinan yang ada di luar.
Selain itu, jangan tutup pilihan outsourcing. Walaupun perusahaan anda telah memiliki mesin yang bagus dan depresiasi mesin yang rendah. Pasti ada perusahaan di luar negara Anda yang dapat membuat komponen atau menghasilkan barang jadi dengan biaya lebih murah. Keuntungan Anda sebenarnya saat ini perusahaan yang tidak memiliki pegawai yang banyak. Dengan karyawan sekitar dua ribu orang, perusahaan Anda semestinya harus lebih cepat berkembang dan mengadopsi teknologi baru. Atau membeli perusahaan baru yang dapat menghasilkan nilai tambah perusahaan Anda. Atau mengubah manajemen perusahaan dengan memasukkan darah baru yang dapat mendobrak paradigma lama.***
---------------------------------------------
source: artikel Republika
==============================================
Career Change - Why Culinary?
Most culinary colleges and cooking schools nationwide report that an increasing number of students are older adults with prior careers. Whether fulfilling lifelong dreams or trying something different, the old students are attracted to the wide variety of jobs in food service and to the possibility of success in an industry the National Restaurant Association projects will need an additional 1.8 million workers in the next 10 years.
A recent survey concludes that fifteen percent of this year's freshman class at The Culinary Institute of America in Hyde Park, N.Y., are career changers or are those who previously studied subjects other than hospitality. There is a strong response to recruitment efforts with students from other careers. There are many who want admission to improve their skills and increase their likelihood of achieving the goals they set for themselves.
To appeal to older career changers, schools are offering shortened programs, smaller classes, fast-track application processes and internships in restaurant and food operations. Along with two-year associate's and four-year bachelor's degrees, the culinary-arts school of the art Institute in Denver offers a one-year cooking program for older students who already have degrees in other disciplines or who want to enter the industry quickly.
Whats most discouraging is that career changers may be naive about what it takes to become a professional chef, and therefore most do not fare well in their courses.
Most people get into culinary because of the glamor. You have to be organized, think on your feet and have a certain temperament for it. There is stress, heat, hot oils, boiling water, sharp knives. You have to be organized and focused and have a real passion for it. Cooking in a restaurant is very different from cooking at home.***
---------------------------------------------------------------
by Dilip Shaw
Jangan Lupa Share Artikel Ini Ya...?
Bagikan artikel ini ke temanmu melalui "SosMed" kamu di bawah ini:
Bagikan artikel ini ke temanmu melalui "SosMed" kamu di bawah ini:



Jobs and Careers



Comments :
0 komentar to “Jual Diri Anda dengan Jujur”
Post a Comment
>>
Setiap komentar yang Anda berikan sangat kami hargai. Terlebih komentar yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi pembaca yang lain. Setiap komentar yang masuk akan kami lihat terlebih dahulu sebelum ditayangkan untuk menjaga komentar yang bersifat SPAM, cabul, promosi link / produk atau segala hal yang bersifat fitnah dan tidak sesuai dengan misi situs ini.
Silahkan tulis komentar Anda pada kolom di bawah ini.
Panjang komentar tidak dibatasi. Komentar bisa berisi pendapat, pengalaman pribadi, opini publik dan sebagainya.
Terima kasih sebelumnya atas komentar yang Anda berikan. :)
.