Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?
.

Soft Skill untuk Menciptakan Entrepreneur

Soft Skill untuk Menciptakan Entrepreneur
Saat ini, persaingan kerja di masyarakat semakin ketat. Untuk itu, setiap masyarakat dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih. Masyarakat juga dituntut untuk kreatif sehingga tidak hanya bergantung kepada suatu perusahaan, tapi juga mampu menciptakan usaha kerja sendiri. Tampaknya hal inilah yang dilihat oleh Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan dan Perbankan Indonesia (Stekpi). Pada proses belajar mengajar, Stekpi tidak hanya memberikan kemampuan dalam hal akademis (hard skill) saja. Mata kuliah seperti Manajemen, Pemasaran, dan keuangan tetap diberikan. Ditambah juga dengan materi pendidikan yang mampu melatih kemampuan pengembangan pribadi (soft skill) mahasiswa.

"Dengan soft skill, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menjadi seorang pekerja, namun juga mampu menciptakan usaha sendiri," jelas Ketua Stekpi Tony B Trihartanto, Ph D. Penggunaan kurikulum yang memasukkan soft skill ke dalamnya, mulai diterapkan sejak tahun 2005 dan merupakan hasil survei dan juga masukkan dari dunia kerja. Dikatakan, dalam merancang kurikulum ini, Stekpi berdiskusi dan bekerja sama dengan pelaku sektor riil dan juga alumni. Asosiasi profesi seperti asosiasi akuntan, pemasaran, dan pengelola keuangan juga turut dilibatkan. "Dengan begitu kami mengerti kemauan pasar akan tenaga kerja seperti apa. Sehingga kami dapat merancang dan mengimplementasikannya ke dalam mata kuliah," jelas Tony.

Dari 45 jumlah mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa, sembilannya merupakan mata kuliah soft skill. Yang meliputi mata kuliah Kewirausahaan dan Teknik Presentasi Persuasif yang diberikan pada semester pertama. Kemudian mata kuliah Kebugaran dan Apresiasi Seni dan mata kuliah Kepemimpinan yang diberikan pada semester kedua. Mata kuliah Komunikasi Bisnis yang diberikan pada mata semester ketiga. Mata kuliah Pengalaman Bisnis Terpadu dan Pengambilan Keputusan dan Negosiasi pada semester kelima. Serta mata kuliah Citra Diri dan Motivasi, dan Pengalaman Bisnis Terpadu lanjutan pada semester keenam. Untuk itu, diharapkan mahasiswa dapat membuat suatu proyek usaha yang bankable. Yaitu usaha yang layak dan dapat dijalankan sehingga dapat diberikan kredit dari bank.

Kurikulum ini telah berjalan selama dua tahun, namun diakui bahwa hasil dari kurikulum tersebut sudah terlihat. Semakin banyak mahasiswa yang berani melakukan debat, berani mengungkapkan pikiran dan berbicara. Selain itu, mahasiswa juga dinilai lebih aktif, baik dalam kegiatan ekstrakulikuler maupun kegiatan di luar kampus.

Tony menambahkan, bahkan ada mahasiswa yang menjual kue dan mukena kepada teman-teman kuliahnya. Namun, Tony mengaku, bukan berarti seluruh mahasiswa Stekpi diarahkan untuk menjadi pengusaha. Karena selain menciptakan pengusaha, tujuan pendidikan Stekpi juga adalah menciptakan profesional yang ahli dalam bidang kerjanya. Pemberian soft skill ini lebih kepada memberikan alternatif lain kepada mahasiswa akan jalur karir yang dapat dipilih ketika ia lulus," jelasnya. Dalam memberikan materi soft skill, tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja. Namun juga terkadang dilakukan di luar kelas, seperti kunjungan ke perusahaan-perusahaan hingga melakukan outbond. Bahkan juga digunakan video sebagai alat bantuan agar mahasiswa dapat lebih memahami materi yang diberikan.

Hal lain yang menjadi perbedaan kurikulum yang digunakan Stekpi dengan kurikulum yang digunakan perguruan tinggi lain adalah adanya pembatasan waktu perkuliahan. Setiap perkuliahan hanya dilakukan dalam waktu 75 menit. Ini berdasarkan penelitian yang mengatakan bahwa kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi hanya sekitar 60 menit. "Kami menggunakan 75 menit dengan perhitungan 15 menit digunakan dosen untuk melakukan adaptasi terhadap kelas," jelas Tony.

Menurut peraturan pemerintah dan internasional, 1 SKS sekitar 50 menit. Jadi, kalau perkuliahan 3 SKS yang seharusnya dijalani selama 150 menit, dibagi menjadi dua sesi. Di mana antara satu sesi dengan sesi selanjutnya dipisahkan istirahat selama 15 menit. Hal ini berlaku juga untuk perkuliahan dengan 2 SKS.

"Yang membedakan adalah jumlah pertemuannya. Untuk perkuliahan yang 3 SKS kami tambahkan sebanyak 3 x 75 menit pada bulan pertama perkuliahan," kata Tony. Dalam menjalankan perkuliahan, Stekpi mengutamakan disiplin, baik kepada mahasiswanya maupun kepada karyawan dan tenaga pengajar. Sebagai contoh, setiap dosen harus datang sebelum pukul 07.00. Atau sekitar 30 menit sebelum perkuliahan dimulai. Jika ada dosen yang terlambat atau tidak masuk tanpa tanpa keterangan maka pada semester depan, dosen tersebut tidak akan dipekerjakan lagi. Hal yang serupa berlaku bagi mahasiswa. Jika ada mahasiswa yang terlambat lebih dari lima menit, maka mahasiswa tersebut dianggap tidak masuk. Tony mengatakan, ini dilakukan karena dosen dan mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang lebih kurang sama.

Yang menarik adalah digunakannya CCTV di setiap kelas yang digunakan untuk mengkontrol proses belajar mengajar di kelas. Bahkan, komputer yang ditempatkan di setiap kelas dapat dikontrol penggunaannya karena terintegrasi dengan komputer lainnya.***

-----------------------------------------------
source: artikel Republika


==================================


Being the Candidate Recruiters Want to Talk To
Finding people through job sites can seem like a daunting task for many recruiters. If you reply to a recruiter's job listing on one of the popular job sites like Monster, HotJobs or CareerBuilder, chances are you'll be one of 200 or more people responding. Most recruiters will only look through the first 20 or so resumes. As we've mentioned in previous articles, one way to distinguish yourself when replying to a job ad is to use a unique and catchy subject for the email message.

HOW RECRUITERS SEARCH FOR CANDIDATES

Another way to increase your odds of being selected by a recruiter, which can be even more powerful, is by taking steps to increase the chances your resume will be found when recruiters search the job sites. The best way to do this is to optimize your resume for keywords recruiters might be searching for. Because there are so many resumes on the job sites, many recruiters use complex boolean search strings to try to find someone who matches the job description they're trying to fill.

Just as an example, let's say the job the recruiter is trying to fill calls for an administrative assistant who can write letters, edit spreadsheets and handle email and scheduling. The recruiter might search for "Word and Excel and Outlook and administrative assistant." The resume that will come up first will probably be the one that mentions those 4 things the most. Guess what happens to an administrative assistant who knows Outlook but didn't mention it on his/her resume? They wouldn't even come up in the search. Especially during an economic downturn, many companies ask recruiters to find people who can essentially handle the tasks of what might have previously been more than one position. So the recruiter may be looking for someone who primarily has one set of skills, but who also has another set of skills that most people with the first skillset don't have.

Many recruiters and HR people are not familiar enough with the positions they recruit for to know that the skill combination the company's seeking is unlikely to exist in a single person. So they take on the task of searching for someone with the wide range of skills the hiring manager is seeking. When they find someone who mentions all the skills on their resume and whose current and prior job titles fit with the job they're trying to fill, they're excited and eager to recruit that person! This puts you, the job candidate, in a much better position than being one of several hundred people replying to a job listing.

BEING THE CANDIDATE THE RECRUITER CAN'T WAIT TO TALK TO

When your resume is one of the few that come up in a recruiter's search for resumes, you become the prize the recruiter wants to win. This is the reverse of the scenario you find yourself in when you reply to a job ad - in that case, the job is the prize. You gain significant power by being the customer the recruiter wants to sell the job to. Here are some tips for structuring your resume so recruiters will find you in searches and then want to offer you the job:

1. Your primary skills should be mentioned several times in your resume, and in different ways. For example, if you're an attorney, you should use that word several times in your resume as well as the word "lawyer."

2. Even if you only used a particular skill briefly (like for only 3-6 months), mention it on your resume. If you learned about a certain technique in a continuing education course, that can be mentioned on your resume. Of course you should make clear in the text of your resume what specific, albeit limited, experience you have with the skill. A company would rather hire someone who has some exposure to a skill than none at all, and by mentioning the skill you increase the chances you'll be found in the recruiter's search for resumes.

3. Your previous job titles need to be congruent with the type of job you're seeking. If you're looking for a job as an Administrative Assistant, it would probably be better to have "Administrative Assistant" listed as your current job title than "Office Manager." There are fewer office manager jobs than admin assistant jobs available, and you don't want the recruiter to think you're overqualified when they look at your current and previous job titles.

4. Make sure your resume has been checked for spelling and grammar errors. Use the spell check in Microsoft Word. Have someone who's a good writer review your resume for grammatical errors.

5. Make it easy for someone to skim your resume quickly. If you have a lot of different skills, having a section where your skills are listed with bullet points can make it easy for the recruiter to see at a glance that you have the skills they're looking for. ***

-------------------------------------------------
by Scott Brown
About the author: Scott Brown is the author of the Job Search Handbook (http://www.JobSearchHandb ook.com). As editor of the HireSites.com weekly newsletter on job searching, Scott has written many articles on the subject. He wrote the Job Search Handbook to provide job seekers with a complete yet easy to use guide to finding a job effectively.

Jangan Lupa Share Artikel Ini Ya...?
Bagikan artikel ini ke temanmu melalui "SosMed" kamu di bawah ini:


Comments :

0 komentar to “Soft Skill untuk Menciptakan Entrepreneur”

Post a Comment

>>
Setiap komentar yang Anda berikan sangat kami hargai. Terlebih komentar yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi pembaca yang lain. Setiap komentar yang masuk akan kami lihat terlebih dahulu sebelum ditayangkan untuk menjaga komentar yang bersifat SPAM, cabul, promosi link / produk atau segala hal yang bersifat fitnah dan tidak sesuai dengan misi situs ini.

Silahkan tulis komentar Anda pada kolom di bawah ini.
Panjang komentar tidak dibatasi. Komentar bisa berisi pendapat, pengalaman pribadi, opini publik dan sebagainya.

Terima kasih sebelumnya atas komentar yang Anda berikan. :)
.

New Expert Authors

# dr. R. Agusti Sp.PD-KGEH
Seorang dokter spesialis Gastroenterologi-Hepatologi pada beberapa Rumah Sakit swasta di Tangerang. Pembicara di berbagai seminar, terutama pada masalah penyakit Gastroenterologi-Hepatologi.

# Johan Suhardi
Anggota Kadin dan juga seorang Pembicara Motivasi. Suka menulis dan memegang beberapa perusahaan Consumer Goods di Batam dan Jakarta.

# M. Supriyadi, SE
Accounting Manager PT. Samudra Berdikari Jaya, Jakarta. Menulis beberapa artikel di beberapa surat kabar Ibu kota. Tergabung dalam klub kesehatan Sehati Club Tanggerang.

# Drs. Julian M. Toha
Pengamat Politik Timur Tengah. Mengisi siaran pada salah satu radio swasta di Surabaya. Penulis Buku "Dari Gaza, Sebuah Suara Pilu" ini hobi bonsai dan koleksi jam kuno.

# Ir. Wijayanto Dahlan
Chief Engineer pada PT. Perkasa Dean Steel, Batam. Lulusan ITB ini juga aktif di Club Paralayang dan memiliki hobi memancing. Pernah diundang menjadi pembicara di beberapa seminar di Singapore.

# Jumadi Suryo
Seorang Internet Marketer dan SEO. Memiliki Blog yang pernah direlease di majalah The Comp, Canada. Sekarang staff pengajar di beberapa lembaga kursus Internasional di Jakarta.

# Timya Gayatri, SH.
Seorang pengacara perempuan dan pengamat hukum Internasional. Menulis banyak artikel di beberapa majalah hukum luar negeri. Sekarang sebagai "dosen terbang" di salah satu Perguruan Tinggi di Australia.

# Robert Jayadi
Seorang pengusaha bisnis waralaba. Terhimpun dalam organisasi Franchise Asia yang berpusat di Singapore. Menulis banyak artikel tentang dunia franchise dan permasalahannya. Seorang pengusaha sukses.

Anda Punya Blog...?

Pasang Logo IndexArticles.com di blog Anda. Silahkan klik tombol ''Highlight All'' dan copy-paste-kan code html di dalamnya di blog Anda.


Here's what the logo looks like:
 

Copyright © 2009 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial