(Lowongan kerja Online) - Ada baiknya setelah interview, Anda membiasakan diri untuk segera membuat surat ucapan terima kasih. Cara seperti ini akan membuat Anda lebih menonjol daripada kandidat-kandidat lain yang telah diinterview. Sebab, tidak banyak orang yang mau berepot-repot membuat surat untuk mengucapkan terima kasih. Atau bisa juga mereka merasa sungkan atau janggal melakukan ini.
Yang perlu disampaikan dalam surat ini, pertama, tentunya Anda berterimakasih kepada orang-orang yang meluangkan waktunya untuk mewawancarai Anda. Selain itu, secara singkat Anda ingatkan kembali kemampuan Anda yang bisa menjawab kebutuhan perusahaan atau yang bisa memberi kontribusi bagi perusahaan. Anda juga bisa memberi info tambahan yang belum Anda sampaikan dalam interview, atau solusi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi perusahaan.
Apa Yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Kami?
Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini, Anda sebenarnya belum siap menghadapi wawancara kerja.
Demi kebaikan Anda sendiri, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan/organisasi yang akan Anda datangi untuk wawancara kerja. Yang perlu Anda ingat, dalam wawancara nanti, Anda harus bisa mempertimbangkan dengan bijak informasi mana yang perlu Anda ungkapkan dan mana yang Anda simpan sendiri.
Jika Anda mengetahui keburukan-keburukan perusahaan itu, tidak perlu Anda katakan di sini. Misalnya pada wawancara kerja untuk sebuah stasiun televisi, Anda tidak perlu mengatakan tentang rendahnya kualitas program untuk anak-anak di stasiun televisi tersebut saat ini.
Jawaban yang Anda berikan bisa tentang ringkasan profil perusahaan yang menunjukkan bahwa Anda tahu bidang yang dijalankan, serta besarnya perusahaan/organisasi itu.
Dear or Sir Madam … Itu Biasa!
Surat lamaran kerja Anda sebaiknya ditujukan kepada orang yang akan membaca surat itu. Oleh karena itu nama orang tersebut harus dicantumkan. Cara seperti ini akan membuat surat Anda berbeda dengan setumpuk surat lainnya, sehingga ada kemungkinan mendapat perhatian khusus.
Selain itu, dengan mencatumkan nama orang yang Anda tuju pada surat lamaran, Anda menunjukkan kepada pembuat keputusan bahwa Anda punya inisiatif dan motivasi yang kuat untuk bekerja di perusahaan tersebut. Mengapa demikian? Karena untuk mendapatkan nama itu, Anda mungkin harus berusaha misalnya mencari melalui internet, menelepon perusahaan tersebut, datang ke perusahaan untuk melihat di laporan tahunannya atau usaha-usaha kreatif lainnya.
Karena itu, sebisa mungkin hindari “Dear Sir or Madam” atau “Yth. HRD” dan hal semacam ini. Kata-kata ini kesannya biasa, sementara untuk bersaing dengan ratusan pelamar, surat lamaran Anda harus luar biasa agar menonjol dari yang lain.
Alasan Meninggalkan Pekerjaan
Saat ini masih ada orang yang berpikiran bahwa yang normal adalah bekerja di satu tempat sampai pensiun tiba. Mungkin pola pikir ini peninggalan jaman dulu ketika sekali seseorang bekerja sebuah perusahaan, berarti ia bisa bekerja di sana selamanya. Pada masa itu, berganti-ganti pekerjaan, seperti yang sering dilakukan sekarang, dianggap tidak baik karena menandakan ketidakloyalan.
Meskipun jaman sudah berganti, kenyataannya masih ada orang yang berpandangan seperti ini. Karena itu, sebaiknya jika Anda sering berganti-ganti pekerjaan, surat lamaran kerja dan CV Anda tidak perlu mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan yang terdahulu. Ingat, Andalah yang memegang kendali, bukan calon atasan Anda. Lagipula, sebenarnya hanya ada empat alasan dasar mengapa orang ingin pindah kerja: prospek yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, mutasi, atau PHK.
Yang manapun alasan Anda, Anda tetap akan dipandang sebagai pekerja yang berisiko bagi perusahaan. Karena itu, lebih baik Anda menerangkan hal semacam ini saat wawancara kerja, itupun kalau Anda ditanya.
Hilangkan Informasi Negatif dalam CV Anda
CV Anda adalah brosur yang berisi profil Anda, bukan otobiografi Anda. Pernahkah Anda membaca brosur sebuah produk yang mencantumkan kelebihan dan kekurangan produk tersebut? Nah, sama halnya dengan brosur produk, CV Anda harus menunjukkan Anda layak dipertimbangkan. Tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada aturan pasti mengenai jumlah halaman. Tetapi biasanya minimal satu halaman kalau Anda seorang Senior Executive, dua halaman jikabukan. Sebaiknya, CV Anda tidak lebih dari empat halaman.
CV sering digunakan sebagai panduan wawancara. Kegunaan ini sering tidak dihiraukan atau diremehkan oleh pelamar. Apabila CV menunjukkan kegagalan studi Anda, itulah yang akan dibicarakan saat wawancara. Karena itu, sebaiknya Anda hanya mencantumkan informasi positif, Jangan yang negatif. Andalah yang memegang kendali atas isi CV Anda.
Jadi Anda bebas menghilangkan beberapa informasi. Yang mana yang Anda hilangkan? Yang pasti hilangkan informasi negatif. Informasi negatif hanya cocok diungkapkan saat wawancara ketika Anda mempunyai kesempatan untuk memberi penjelasan. Misalnya, Anda dipecat lima tahun yang lalu karena Anda tidak setuju dengan atasan Anda, tetapi Anda memiliki karir yang sukses setelah itu, maka Anda tidak harus mencantumkan riwayat pemutusan kerja tersebut dalam CV Anda.
Tampilkan CV yang Menarik
Kadangkala CV yang tampilan isinya mendekati garis tepi kertas terlihat sesak. Mungkin saja isinya bagus, tapi penampilannya tidak menarik. Di restoran yang bergengsi, makanan ditata dengan menarik untuk mencerminkan kelezatan rasanya. CV pun harus diatur dengan prinsip yang sama – tampilannya harus semenarik mungkin.
Kelihatannya memang tidak masuk akal bila seorang perekrut menilai Anda dari tampilan CV Anda dan bukan isinya. Isi CV tetap merupakan aspek terpenting, tapi aspek lainnya juga harus diperhatikan. Misalnya, ketika perekrut dihadapkan dengan enam atau tujuh ratus CV, dan setelah sekitar satu jam ia berkutat dengan CV yang kacau-balau dan tampilannya tidak menarik, pastilah godaan untuk menyingkirkan CV tersebut sangat besar. Untuk apa menghabiskan waktu membaca CV yang semacam itu bila CV berikutnya tampak jauh lebih menarik?
Jangan biarkan jerih payah menyusun isi CV Anda jadi sia-sia hanya karena tampilannya tidak menarik.Ingat, jika CV Anda memberi kesan bahwa Anda menulisnya dengan sungguh-sungguh, CV Anda akan diluluskan ke tahap selanjutnya. Anda tentunya pernah mengalami hal seperti ini. Kalau Anda lewat sebuah toko yang pajangannya di etase tidak menarik, Anda mungkin tidak memperhatikan toko itu. CV Anda adalah etalase yang menampilkan karir Anda. Jangan biarkan perekrut melewatinya begitu saja.
Menjawab Pertanyaan Interview dengan Humor
Beberapa pertanyaan bisa dijawab dengan humor, terutama jika jawaban yang rasional tidak akan mampu menghilangkan kecemasan pewawancara. Jika Anda terjebak dalam keadaan seperti ini, tunjukan bahwa pertanyaan yang diajukan (dan kekhawatiran yang terkandung di balik pertanyaan itu) tidak jadi masalah buat Anda, dan dengan demikian juga tidak jadi masalah bagi pewawancara dan perusahaan.
Meski penggunaan humor dalam interview sebenarnya cukup berisiko, dan juga tidak mudah untuk mengaplikasikannya secara tepat, namun humor bisa menjadi alat yang tepat untuk mengatasi pertanyaan sulit. Yang harus diingat adalah jangan menggunakan humor jika hubungan Anda dengan pewawancara masih sangat formal dan kaku. Jika hubungan sudah mulai mencair Anda boleh menggunakan humor sedikit-sedikit dan dengan sangat hati-hati. Penggunaan humor yang tepat bisa membuat pewawancara terkesan pada Anda.
Contohnya, jika Anda diberi pertanyaan, “Apakah Anda ingin duduk di kursi saya suatu hari nanti?” Anda bisa memberi jawaban, “Ya, jika Anda mendapatkan kursi yang lebih nyaman!”
Empat Kekhawatiran Pewawancara
Sebelum belajar cara menjawab pertanyaan wawancara kerja, kita perlu tahu empat hal yang menjadi kekhawatiran pewawancara. Kalau kita paham ini, kita jadi tahu bahwa di balik setiap pertanyaan wawancara sebenarnya ada suatu kekhawatiran dari orang yang menanyakan itu. Dengan memahami keempat kekhawatiran tersebut, kita dapat memberi jawaban untuk menangkis kekhawatiran itu.
Kekhawatiran 1:
- Apakah Anda Bisa dan Mau Mengerjakan Pekerjaan Ini?
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah Anda punya keterampilan/skill yang dibutuhkan agar bisa ikut berkontribusi untuk mencapai tujuan perusahaan/organisasi dalam jangka waktu tertentu?
- Apakah ada bukti Anda bisa mengerjakan pekerjaan ini di tempat kerja dulu? Jika ya, seberapa besar keberhasilan Anda, dan masalah apa yang Anda hadapi? Apakah masalah yang pernah Anda hadapi itu membuat Anda lebih berkembang atau menghambat Anda?
- Jika Anda belum pernah melakukan pekerjaan ini, apakah ada bukti yang meyakinkan bahwa Anda benar-benar memiliki keterampilan/skill yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini?
- Apakah Anda akan mencurahkan seluruh perhatian Anda pada perusahaan/organisasi? Apakah Anda seorang yang loyal, pekerja keras, atau seorang yang bekerja sesuai suasana hati (mood), sering absen dan terlambat masuk kantor?
- Apakah Anda akan meninggalkan perusahaan sebelum memberi kontribusi bagi perusahaan/organisasi yang telah mengivestasikan waktu dan dana dalam proses rekrutmen atau training?
Kekhawatiran 2:
- Siapakah Anda? Bagaimana Karakter Anda? Antara lain:
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apa yang membuat Anda marah?
- Apakah Anda kreatif?
- Apakah Anda seorang pemimpin?
- Apa hobi/minat Anda?
- Apakah Anda suka membaca?
- Apa yang membuat Anda unik?
Kekhawatiran 3:
- Apakah Anda Bisa Bergaul dengan Staf Lain?
- Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah Anda bisa menyesuaikan diri dan bisa bekerja dalam tim? Adakah bukti yang meyakinkan?
- Apakah Anda akan bisa memberi pengaruh positif terhadap sesama rekan kerja, atau akan menyebabkan friksi, menyurutkan motivasi kerja, atau membicarakan hal-hal negatif tentang perusahaan?
- Apakah Anda bisa menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan yakni dalam hal tingkah laku, nilai-nilai, kepribadian?
- Bagaimanakah pendapat Anda tentang atasan Anda yang dulu/sekarang?
Kekhawatiran 4:
- Apakah Perusahaan Mampu Membayar Anda?
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah skala gaji untuk pekerjaan ini sejalan dengan jumlah gaji Anda sebelumnya?
- Apakah jumlah gaji yang Anda inginkan sesuai dengan yang telah ditetapkan perusahaan?
- Apakah Anda bersedia menurunkan jumlah gaji yang Anda inginkan?
Source : http://surat-lamaran.blogspot.com
(Kami mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan url source artikel ini dan silahkan hubungi kami)
----------------------------------------------------
Making Your 2007 Career Resolutions
(Lowongan kerja Online) - If you're like most people, you have probably given some thought to New Year's resolutions and what you would like to achieve in 2006. If you didn't gain weight over the holidays and have no vices to give up (or at least none that you want to give up), then you won't need to make traditional resolutions such as losing weight, getting in shape, or quitting smoking. But you can still resolve to improve your career.
In fact, January is the busiest time of year for career web sites, and job-hunting books fly off the shelves. It's a time to take stock of where you are in your career, and set goals for the future. If you're underemployed or simply don't like your job, it's an ideal time to prepare for a new career. If you like your job, but feel there's room for improvement in your workplace, you can set goals to make things better. So in the spirit of a new year, here are some ideas for career resolutions for 2006.
This year I resolve to .
Decide what I want to be when I grow up. If I'm dissatisfied with my career but don't know what to do, I'll educate myself about different career choices.
Have a plan for my career. Each week I will do at least one thing to advance my career. I'll make a phone call, write a thank you letter, take someone to lunch, or do something else that will help me move towards my goal. (Watching The Apprentice doesn't count.) Volunteer for something I want experience with. I'll stop thinking or talking about what I'd do if I had more time, and just do it. I know that I can always find time for the things I really want to do.
Stand out in my company. I'll do something new this year such as volunteer for a committee, contribute articles to the company newsletter, speak up at meetings, coach the company softball team, or do something else to get noticed in a positive way.
Develop myself professionally. I'll take the opportunity to attend seminars and other educational events. Even if I think the best part of the event is the food, I'll actually listen to the speakers and try to get at least one idea to use in my work. Develop my working relationships. As well as making connections and networking with people who might be able to help me land a new job some day, I'll develop relationships with people who can make my life easier now, such as the receptionist, the boss's assistant, and the IT department.
Read some career and business books. At a minimum I'll browse the business bestsellers list at Amazon.com to keep up with which books are hot. So I'll know that when people are discussing the "8th habit" they're not referring to one of those vices I didn't want to give up for New Year's.
To discover how to break into the career of your dreams click to see the list of dream careers at Click Here to Discover How to Dream Careers
by Phyllis Wasserman
About the Author
Find Your Dream Career Click Here to Discover How to Dream Careers
http://www.fabjob.com/dreamcareers.asp?affiliate=1042
Yang perlu disampaikan dalam surat ini, pertama, tentunya Anda berterimakasih kepada orang-orang yang meluangkan waktunya untuk mewawancarai Anda. Selain itu, secara singkat Anda ingatkan kembali kemampuan Anda yang bisa menjawab kebutuhan perusahaan atau yang bisa memberi kontribusi bagi perusahaan. Anda juga bisa memberi info tambahan yang belum Anda sampaikan dalam interview, atau solusi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi perusahaan.
Apa Yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Kami?
Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini, Anda sebenarnya belum siap menghadapi wawancara kerja.
Demi kebaikan Anda sendiri, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan/organisasi yang akan Anda datangi untuk wawancara kerja. Yang perlu Anda ingat, dalam wawancara nanti, Anda harus bisa mempertimbangkan dengan bijak informasi mana yang perlu Anda ungkapkan dan mana yang Anda simpan sendiri.
Jika Anda mengetahui keburukan-keburukan perusahaan itu, tidak perlu Anda katakan di sini. Misalnya pada wawancara kerja untuk sebuah stasiun televisi, Anda tidak perlu mengatakan tentang rendahnya kualitas program untuk anak-anak di stasiun televisi tersebut saat ini.
Jawaban yang Anda berikan bisa tentang ringkasan profil perusahaan yang menunjukkan bahwa Anda tahu bidang yang dijalankan, serta besarnya perusahaan/organisasi itu.
Dear or Sir Madam … Itu Biasa!
Surat lamaran kerja Anda sebaiknya ditujukan kepada orang yang akan membaca surat itu. Oleh karena itu nama orang tersebut harus dicantumkan. Cara seperti ini akan membuat surat Anda berbeda dengan setumpuk surat lainnya, sehingga ada kemungkinan mendapat perhatian khusus.
Selain itu, dengan mencatumkan nama orang yang Anda tuju pada surat lamaran, Anda menunjukkan kepada pembuat keputusan bahwa Anda punya inisiatif dan motivasi yang kuat untuk bekerja di perusahaan tersebut. Mengapa demikian? Karena untuk mendapatkan nama itu, Anda mungkin harus berusaha misalnya mencari melalui internet, menelepon perusahaan tersebut, datang ke perusahaan untuk melihat di laporan tahunannya atau usaha-usaha kreatif lainnya.
Karena itu, sebisa mungkin hindari “Dear Sir or Madam” atau “Yth. HRD” dan hal semacam ini. Kata-kata ini kesannya biasa, sementara untuk bersaing dengan ratusan pelamar, surat lamaran Anda harus luar biasa agar menonjol dari yang lain.
Alasan Meninggalkan Pekerjaan
Saat ini masih ada orang yang berpikiran bahwa yang normal adalah bekerja di satu tempat sampai pensiun tiba. Mungkin pola pikir ini peninggalan jaman dulu ketika sekali seseorang bekerja sebuah perusahaan, berarti ia bisa bekerja di sana selamanya. Pada masa itu, berganti-ganti pekerjaan, seperti yang sering dilakukan sekarang, dianggap tidak baik karena menandakan ketidakloyalan.
Meskipun jaman sudah berganti, kenyataannya masih ada orang yang berpandangan seperti ini. Karena itu, sebaiknya jika Anda sering berganti-ganti pekerjaan, surat lamaran kerja dan CV Anda tidak perlu mencantumkan alasan meninggalkan pekerjaan yang terdahulu. Ingat, Andalah yang memegang kendali, bukan calon atasan Anda. Lagipula, sebenarnya hanya ada empat alasan dasar mengapa orang ingin pindah kerja: prospek yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, mutasi, atau PHK.
Yang manapun alasan Anda, Anda tetap akan dipandang sebagai pekerja yang berisiko bagi perusahaan. Karena itu, lebih baik Anda menerangkan hal semacam ini saat wawancara kerja, itupun kalau Anda ditanya.
Hilangkan Informasi Negatif dalam CV Anda
CV Anda adalah brosur yang berisi profil Anda, bukan otobiografi Anda. Pernahkah Anda membaca brosur sebuah produk yang mencantumkan kelebihan dan kekurangan produk tersebut? Nah, sama halnya dengan brosur produk, CV Anda harus menunjukkan Anda layak dipertimbangkan. Tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada aturan pasti mengenai jumlah halaman. Tetapi biasanya minimal satu halaman kalau Anda seorang Senior Executive, dua halaman jikabukan. Sebaiknya, CV Anda tidak lebih dari empat halaman.
CV sering digunakan sebagai panduan wawancara. Kegunaan ini sering tidak dihiraukan atau diremehkan oleh pelamar. Apabila CV menunjukkan kegagalan studi Anda, itulah yang akan dibicarakan saat wawancara. Karena itu, sebaiknya Anda hanya mencantumkan informasi positif, Jangan yang negatif. Andalah yang memegang kendali atas isi CV Anda.
Jadi Anda bebas menghilangkan beberapa informasi. Yang mana yang Anda hilangkan? Yang pasti hilangkan informasi negatif. Informasi negatif hanya cocok diungkapkan saat wawancara ketika Anda mempunyai kesempatan untuk memberi penjelasan. Misalnya, Anda dipecat lima tahun yang lalu karena Anda tidak setuju dengan atasan Anda, tetapi Anda memiliki karir yang sukses setelah itu, maka Anda tidak harus mencantumkan riwayat pemutusan kerja tersebut dalam CV Anda.
Tampilkan CV yang Menarik
Kadangkala CV yang tampilan isinya mendekati garis tepi kertas terlihat sesak. Mungkin saja isinya bagus, tapi penampilannya tidak menarik. Di restoran yang bergengsi, makanan ditata dengan menarik untuk mencerminkan kelezatan rasanya. CV pun harus diatur dengan prinsip yang sama – tampilannya harus semenarik mungkin.
Kelihatannya memang tidak masuk akal bila seorang perekrut menilai Anda dari tampilan CV Anda dan bukan isinya. Isi CV tetap merupakan aspek terpenting, tapi aspek lainnya juga harus diperhatikan. Misalnya, ketika perekrut dihadapkan dengan enam atau tujuh ratus CV, dan setelah sekitar satu jam ia berkutat dengan CV yang kacau-balau dan tampilannya tidak menarik, pastilah godaan untuk menyingkirkan CV tersebut sangat besar. Untuk apa menghabiskan waktu membaca CV yang semacam itu bila CV berikutnya tampak jauh lebih menarik?
Jangan biarkan jerih payah menyusun isi CV Anda jadi sia-sia hanya karena tampilannya tidak menarik.Ingat, jika CV Anda memberi kesan bahwa Anda menulisnya dengan sungguh-sungguh, CV Anda akan diluluskan ke tahap selanjutnya. Anda tentunya pernah mengalami hal seperti ini. Kalau Anda lewat sebuah toko yang pajangannya di etase tidak menarik, Anda mungkin tidak memperhatikan toko itu. CV Anda adalah etalase yang menampilkan karir Anda. Jangan biarkan perekrut melewatinya begitu saja.
Menjawab Pertanyaan Interview dengan Humor
Beberapa pertanyaan bisa dijawab dengan humor, terutama jika jawaban yang rasional tidak akan mampu menghilangkan kecemasan pewawancara. Jika Anda terjebak dalam keadaan seperti ini, tunjukan bahwa pertanyaan yang diajukan (dan kekhawatiran yang terkandung di balik pertanyaan itu) tidak jadi masalah buat Anda, dan dengan demikian juga tidak jadi masalah bagi pewawancara dan perusahaan.
Meski penggunaan humor dalam interview sebenarnya cukup berisiko, dan juga tidak mudah untuk mengaplikasikannya secara tepat, namun humor bisa menjadi alat yang tepat untuk mengatasi pertanyaan sulit. Yang harus diingat adalah jangan menggunakan humor jika hubungan Anda dengan pewawancara masih sangat formal dan kaku. Jika hubungan sudah mulai mencair Anda boleh menggunakan humor sedikit-sedikit dan dengan sangat hati-hati. Penggunaan humor yang tepat bisa membuat pewawancara terkesan pada Anda.
Contohnya, jika Anda diberi pertanyaan, “Apakah Anda ingin duduk di kursi saya suatu hari nanti?” Anda bisa memberi jawaban, “Ya, jika Anda mendapatkan kursi yang lebih nyaman!”
Empat Kekhawatiran Pewawancara
Sebelum belajar cara menjawab pertanyaan wawancara kerja, kita perlu tahu empat hal yang menjadi kekhawatiran pewawancara. Kalau kita paham ini, kita jadi tahu bahwa di balik setiap pertanyaan wawancara sebenarnya ada suatu kekhawatiran dari orang yang menanyakan itu. Dengan memahami keempat kekhawatiran tersebut, kita dapat memberi jawaban untuk menangkis kekhawatiran itu.
Kekhawatiran 1:
- Apakah Anda Bisa dan Mau Mengerjakan Pekerjaan Ini?
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah Anda punya keterampilan/skill yang dibutuhkan agar bisa ikut berkontribusi untuk mencapai tujuan perusahaan/organisasi dalam jangka waktu tertentu?
- Apakah ada bukti Anda bisa mengerjakan pekerjaan ini di tempat kerja dulu? Jika ya, seberapa besar keberhasilan Anda, dan masalah apa yang Anda hadapi? Apakah masalah yang pernah Anda hadapi itu membuat Anda lebih berkembang atau menghambat Anda?
- Jika Anda belum pernah melakukan pekerjaan ini, apakah ada bukti yang meyakinkan bahwa Anda benar-benar memiliki keterampilan/skill yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini?
- Apakah Anda akan mencurahkan seluruh perhatian Anda pada perusahaan/organisasi? Apakah Anda seorang yang loyal, pekerja keras, atau seorang yang bekerja sesuai suasana hati (mood), sering absen dan terlambat masuk kantor?
- Apakah Anda akan meninggalkan perusahaan sebelum memberi kontribusi bagi perusahaan/organisasi yang telah mengivestasikan waktu dan dana dalam proses rekrutmen atau training?
Kekhawatiran 2:
- Siapakah Anda? Bagaimana Karakter Anda? Antara lain:
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apa yang membuat Anda marah?
- Apakah Anda kreatif?
- Apakah Anda seorang pemimpin?
- Apa hobi/minat Anda?
- Apakah Anda suka membaca?
- Apa yang membuat Anda unik?
Kekhawatiran 3:
- Apakah Anda Bisa Bergaul dengan Staf Lain?
- Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah Anda bisa menyesuaikan diri dan bisa bekerja dalam tim? Adakah bukti yang meyakinkan?
- Apakah Anda akan bisa memberi pengaruh positif terhadap sesama rekan kerja, atau akan menyebabkan friksi, menyurutkan motivasi kerja, atau membicarakan hal-hal negatif tentang perusahaan?
- Apakah Anda bisa menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan yakni dalam hal tingkah laku, nilai-nilai, kepribadian?
- Bagaimanakah pendapat Anda tentang atasan Anda yang dulu/sekarang?
Kekhawatiran 4:
- Apakah Perusahaan Mampu Membayar Anda?
Pertanyaan yang biasa diajukan antara lain:
- Apakah skala gaji untuk pekerjaan ini sejalan dengan jumlah gaji Anda sebelumnya?
- Apakah jumlah gaji yang Anda inginkan sesuai dengan yang telah ditetapkan perusahaan?
- Apakah Anda bersedia menurunkan jumlah gaji yang Anda inginkan?
Source : http://surat-lamaran.blogspot.com
(Kami mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan url source artikel ini dan silahkan hubungi kami)
----------------------------------------------------
Making Your 2007 Career Resolutions
(Lowongan kerja Online) - If you're like most people, you have probably given some thought to New Year's resolutions and what you would like to achieve in 2006. If you didn't gain weight over the holidays and have no vices to give up (or at least none that you want to give up), then you won't need to make traditional resolutions such as losing weight, getting in shape, or quitting smoking. But you can still resolve to improve your career.
In fact, January is the busiest time of year for career web sites, and job-hunting books fly off the shelves. It's a time to take stock of where you are in your career, and set goals for the future. If you're underemployed or simply don't like your job, it's an ideal time to prepare for a new career. If you like your job, but feel there's room for improvement in your workplace, you can set goals to make things better. So in the spirit of a new year, here are some ideas for career resolutions for 2006.
This year I resolve to .
Decide what I want to be when I grow up. If I'm dissatisfied with my career but don't know what to do, I'll educate myself about different career choices.
Have a plan for my career. Each week I will do at least one thing to advance my career. I'll make a phone call, write a thank you letter, take someone to lunch, or do something else that will help me move towards my goal. (Watching The Apprentice doesn't count.) Volunteer for something I want experience with. I'll stop thinking or talking about what I'd do if I had more time, and just do it. I know that I can always find time for the things I really want to do.
Stand out in my company. I'll do something new this year such as volunteer for a committee, contribute articles to the company newsletter, speak up at meetings, coach the company softball team, or do something else to get noticed in a positive way.
Develop myself professionally. I'll take the opportunity to attend seminars and other educational events. Even if I think the best part of the event is the food, I'll actually listen to the speakers and try to get at least one idea to use in my work. Develop my working relationships. As well as making connections and networking with people who might be able to help me land a new job some day, I'll develop relationships with people who can make my life easier now, such as the receptionist, the boss's assistant, and the IT department.
Read some career and business books. At a minimum I'll browse the business bestsellers list at Amazon.com to keep up with which books are hot. So I'll know that when people are discussing the "8th habit" they're not referring to one of those vices I didn't want to give up for New Year's.
To discover how to break into the career of your dreams click to see the list of dream careers at Click Here to Discover How to Dream Careers
by Phyllis Wasserman
About the Author
Find Your Dream Career Click Here to Discover How to Dream Careers
http://www.fabjob.com/dreamcareers.asp?affiliate=1042
Jangan Lupa Share Artikel Ini Ya...?
Bagikan artikel ini ke temanmu melalui "SosMed" kamu di bawah ini:
Bagikan artikel ini ke temanmu melalui "SosMed" kamu di bawah ini:



Jobs and Careers



Comments :
0 komentar to “| Lowongan | Seputar Pasca Interview”
Post a Comment
>>
Setiap komentar yang Anda berikan sangat kami hargai. Terlebih komentar yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi pembaca yang lain. Setiap komentar yang masuk akan kami lihat terlebih dahulu sebelum ditayangkan untuk menjaga komentar yang bersifat SPAM, cabul, promosi link / produk atau segala hal yang bersifat fitnah dan tidak sesuai dengan misi situs ini.
Silahkan tulis komentar Anda pada kolom di bawah ini.
Panjang komentar tidak dibatasi. Komentar bisa berisi pendapat, pengalaman pribadi, opini publik dan sebagainya.
Terima kasih sebelumnya atas komentar yang Anda berikan. :)
.